Jumat, 31 Agustus 2012

Puisi Angan Jiwa






Terindah dalam Dunia Ku, telah Terbang Bebas dengan Sayapnya, membawa Angan dan Mimpi Ku jauh tak Terbayang, dan hanya sisakan Luka yang Abadi, yang tak Semili Detikpun Aku ingin menatapnya, karena tanpa menatapnyapun, Denyutan Luka Dalam itu sudah dapat Terasa Teramat Perih

Dimana? Ya dimana bisa Ku dapatkan, Serbuk Sari Obat Luka yang nantinya akan Ku oleskan Inchi per Inchi di Sebujur Goresan yang Bergaris Zigzag Membelah Sempurnanya Gugusan Hati ini ?
Wahai Peri Kecil Ku! Tuntunlah Aku dengan Cahaya Putih Mu menuju Satu Titik Embun yg Sedikitnya dapat Bekukan Luka Dalam ini, agar Ku mampu Bernafas dan dengan Waktu yang Sempit itu Aku Berharap dapat menghirup Lafadh-lafadh Kesucian Cinta yang Setidaknya dapat Sejukkan Hati Ku yang telah terlanjur Terbelah
.
Wahai Mentari Pagi Ku! Berikan Aku Kesejukan setelah Ku rasakan Pengapnya Waktu Malam dalam Kesendirian. Ya berikanlah Kesejukan itu, dan Aku pun tak Peduli meski harus membendung Panasnya Luapan disetiap Percikan-percikan Cairan yang Berona Merah itu.
Puisi Angan Jiwa Oleh: ~ Farhandia ~

0 komentar:

Posting Komentar

komentar disini! (your coment here!)